Pembentukkan Karakter Melalui Metode Pembelajaran Fieldtrip Pada Siswa Kelas VIII SMP Global Islamic School
Joni, M.Pd.
SMP
Global Islamic School
“Field
trip
merupakan pembelajaran yang memanfaatkan tempat kunjungan baik berupa
pertanian, perkebunan, agro wisata, industri, pabrik, UMKM dan tempat lainnya
sebagai sumber belajar langsung secara nyata dan bermakna.”
Proses pembelajaran terhadap siswa tidak
hanya dilakukan di dalam kelas, akan tetapi proses pembelajaran juga dapat
dilakukan diluar kelas seperti; perpustakaan, lapangan, taman bermain atau tempat
lainnya yang dapat kita gunakan sebagai sumber belajar. Salah satu kegiatan
pembelajaran yang dapat kita lakukan adalah dengan menggunakan program kegiatan
field trip. Menurut Roestiyah (2001: 85) field trip bukan sekadar rekreasi,
tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajaran dengan melihat kenyataan. Proses
pembelajaran di luar sekolah yang dilakukan oleh para peserta didik untuk
melengkapi pengalaman belajar tertentu dan merupakan bagian integral dari
kurikulum sekolah. Pada kurikulum merdeka kegiatan filedtrip yang kami lakukan masuk
ke dalam kegiatan projek dengan tema gaya hidup berkelanjutan dan dimensinya yang
kami tetapkan adalah kreatif, bernalar kritis serta gotong royong.
Penerapan field trip dalam proses
pembelajaran akan sangat membantu siswa mengamati secara langsung dan mampu
memecahkan permasalahan yang mereka dapatkan dalam pembelajaran. Pembelajaran
dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dapat meningkatkan minat
belajar serta motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan
pembelajaran menggunakan metode fieldtrip tentunya banyak kekuatan dan
kelemahan. Kekuatan metode pembelajaran fieldtrip diantaranya; siswa dapat memperoleh
informasi, mengamati, mempraktikkan secara integral dan terpadu semua objek
yang ada di tempat yang dikunjungi. Sedangkan kelemahan dari metode pembelajaran
fieldtrip diantaranya; memerlukan persiapan yang panjang waktunya, biaya yang
besar, serta pengkondisian siswa yang sulit dengan jumlah yang banyak
SMP Global Islamic School untuk pertama
kalinya mengadakan kegiatan field trip secara offline setelah masa pandemic
Covid-19. Adapun kegiatan field trip kelas VIII dengan tujuan INAGRO Ciseeng,
Parung Bogor, Jawa barat.
Persiapan demi persiapan sudah kami
lakukan hingga tiba saatnya di hari pemberangkatan. Sesampai di INAGRO kami
disambut oleh tim INAGRO. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pengarahan
mengenai kegiatan di tempat-tempat yang akan dikunjungi. INAGRO mempunyai luas lahan
kurang lebih ±80 hektar, tetapi baru 30 hektar yang sudah digarap untuk
kegiatan pertanian, perkebunan maupun wisata. Tujuan kegiatan filedtrip kami meliputi:
1. Touring
urban farming
2. Mencangkok
tanaman buah
3. Hidroponik
statis
4. Touring
komposting
5. Touring
tabulampot
6. Touring
mist room
7. Menanam
tanaman di lahan
Setelah mendapatkan penjelasan, kemudian siswa
dibagi menjadi 12 kelompok dengan nama kelompok buah-buahan, di antaranya
kelompok Jambu Kristal, Nangka, Durian, Manggis, Salak, Rambutan, Kelapa,
Mangga, Sawo, Alpukat, Kelengkeng, dan Duku. Setiap kelompok mengunjungi
tempat-tempat tersebut dengan pola/metode circuit field trip, yaitu setiap
kelompok belajar dari satu tempat ke tempat lainnya secara bergantian. Ada sepuluh
tempat yang akan digunakan untuk pembelajaran, sehingga semua kelompok dapat
belajar di semua tempat-tempat tersebut meskipun ada satu tempat yang
dikunjungi oleh dua kelompok. Sambil mengunjungi sebuah tempat siswa dibekali
dengan worksheet/lembar kerja siswa yang harus diisi sesuai mapel projek kurikulum
merdeka. Pengamatan demi pengamatan serta praktik langsung dilakukan siswa
sambil mencatat aktivitas dan praktik. Tidak lupa mereka mendokumentasikan baik
foto maupun video kegiatan sebagai bahan laporan akhir projek. Berikut beberapa
gambar tempat kegiatan pembelajaran siswa:
Gambar 1: Tempat Magot
(Perkembangbiakan magot)
Banyak ilmu pengetahuan yang siswa dapat,
baik di bidang pertanian maupun bidang perkebunan. Selain ilmu yang di dapatkan,
mereka juga mendapatkan nilai sikap diantaranya; sikap bernalar kritis melalui bertanya
apa yang mereka lihat dan praktikkan, sikap kreatif dalam membuat hasil laporan
pengamatan serta gotong royong saling kerjasama sesama teman kelompoknya untuk
menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
Gambar 2: Menanam Tanaman
Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
motode field trip berjalan menyenangkan, siswa sangat senang dan antusias
mengikuti rangkaian kegiatan demi kegiatan fieldtrip di INAGRO. Banyak
pengalaman belajar yang didapat oleh siswa sebagai bekal pengetahuan yang dapat
mereka terapkan dalam kehidupan di kelak kemudian hari.
Melalui kegiatan pembelajaran di luar
kelas yaitu kegiatan field trip ini diharapkan siswa dapat memperoleh
nilai-nilai disiplin positif khususnya nilai sikap bernalar kritis, kreatif, gotong
royong dan nilai sikap lainnya. Penggunaan metode pembelajaran diluar kelas ini
sangat efektif dan membantu beberapa guru mata pelajaran, dikarenakan kegiatan
field trip saling berkolaborasi antara mata pelajaran yang satu dengan mata
pelajaran lainnya.
Selesai berkeliling dan menyelesaikan
tugas, semua siswa berkumpul di aula untuk istirahat, sholat dzuhur, dan makan
siang bersama. Kami pun melakukan evaluasi dari apa yang siswa kerjakan dari
pagi hingga sore hari. Rasa senang dan gembira nampak terlihat di wajah para
siswa dan guru. Setelah selesai kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan
dan penyerahan plakat cinderamata dari sekolah untuk INAGRO. Kemudian kami pulang
kembali ke sekolah. Meski lelah tapi banyak ilmu dan pengalaman belajar yang
kami dapatkan.
Daftar Pustaka:
Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Roestiyah. 2014. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta
Sagala, Syaiful. 2006. Guru dan Anak Didik dalam
Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20. Tahun 2003.
Tentang Sistem Pendidikan Nasional






1 komentar:
Ijin ambil teksnya ya pak buat referensi
Posting Komentar