ISBN: 978-623-157-059-8Nomor DOI: 10.5281/zenodo.10641283Alamat DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.10641283
Pembelajaran Berdiferensiasi PJOK pada Siswa Kelas VII SMP Global Islamic School Jakarta
Joni,
M.Pd.[1]
SMP
Global Islamic School
“Pembelajaran
berdiferensiasi mengoptimalkan minat dan bakat siswa dalam pembelajaran pjok
smp”
Pendidikan merupakan bagian terpenting bagi setiap manusia di dunia.
Pendidikan sudah ada sejak jaman dahulu kala yaitu sejak jaman sebelum masehi
hinga sekarang. Pendidikan tidak boleh memaksakan kepada setiap individu untuk
mengikuti atau menuruti segala kehendaknya. Sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang sistem pendidikan Nasional bahwasanya pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar siswasecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
(Sisdiknas: 2003).
Kompetensi pedagogik menuntut guru dalam memahami berbagai aspek yang
terdapat di dalam diri siswa yang erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran
dan mampu memahami karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, sosial,
kultural, emosional, dan intelektual. Kompetensi pedagogik dapat membantu
mengembangkan potensi setiap siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang
berbeda-beda, tidak semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama. Pemberian
pelayanan pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan siswa, jika pemberian
pelayanan pendidikan semuanya sama, maka hal tersebut dapat menghambat siswa untuk
bisa maju dan tumbuh berkembang belajarnya. Pembelajaran PJOK merupakan salah
satu pembelajaran yang menyenangkan dan banyak diminati siswa. Pembelajaran
PJOK memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih keterampilan baik fisik
maupun mental dengan mempraktikkan dan membentuk individu yang terliterasi
secara jasmani maupun rohani yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran PJOK memfasilitasi siswa untuk belajar berbagai macam
keterampilan permainan olahraga, serta pemahaman akan konsep gerak, prinsip-prinsip,
strategi, dan taktik, turut berpartisipasi dalam aktivitas yang bermanfaat bagi
dirinya yang berguna untuk meningkatkan kesehatan dan derajat kebugaran. Selain
itu juga pembelajaran PJOK membentuk karakter siswa tanggung jawab, disiplin,
sportif, kerjasama, serta saling menghargai orang lain. Pembelajaran PJOK membentuk
siswa sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak memisahkan ataupun kualitas
fisik dan mental siswa.
Pembelajaran PJOK mengembangkan nilai-nilai dan kecakapan umum (General
capabilities) berupa kreativitas, bernalar kritis, dan keterampilan berpikir
tingkat tinggi (Hots), kolaborasi, serta keterampilan berkomunikasi. Kegiatan
pembelajaran PJOK mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan tugas gerak
(movement task).
Salah satu strategi pembelajaran PJOK yang dapat diterapkan adalah
dengan pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha
untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan
belajar individu setiap siswa. Strategi pembelajaran berdeferensiasi, meliputi
deferensiasi konten, deferensiasi proses, dan deferensiasi produk (Tomlinson:
2000).
Seorang guru harus paham bahwa siswa akan menunjukkan potensinya dengan
baik, jika diberikan tugas sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang siswa
miliki sebelumnya, serta tugas tersebut berisikan masalah keingintahuan yang
mendalam dari diri seorang siswa, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk
mengerjakan tugas dengan tanggung jawab. Pembelajaran berdiferensiasi dapat
memaksimalkan potensi siswa, terlebih untuk siswa berkebutuhan khusus yang
pembelajarannya berbeda dengan siswa lain.
Diferensiasi bertujuan untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan
pembelajaran yang tepat di waktu yang tepat. Jika kita sudah sadar apa yang
siswa butuhkan untuk belajar, diferensiasi merupakan sebuah keharusan yang
harus segera dilaksanakan Lorna Earl (2003; 86-87). Pembelajaran
berdiferensiasi merupakan kegiatan pembelajaran yang menciptakan keragaman
dalam kelas berdasarkan minat dan bakat serta gaya belajar siswa yang
bervariasi. Pembelajaran berdiferensiasi memfasilitasi semua perbedaan yang
dimiliki siswa secara terbuka dengan kebutuhan yang akan dicapai oleh siswa.
Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk
pembelajaran, akan tetapi juga fokus pada proses dan konten/materi. Metode
pembelajaran ini dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. Sebagai contoh, seorang
guru dapat memberikan materi pelajaran PJOK dengan pendekatan pembelajaran
berdiferensiasi. Dengan menugaskan siswa untuk belajar pemanfaatan kertas bekas
di lingkungan sekitar agar dapat dijadikan alat pembelajaran yang di modifikasi,
dengan menggumpalkan kertas bekas teresebut sampai terbentuk gumpalan seperti
bola softball. Tugas ini secara tidak langsung dapat mengarahkan siswa untuk
belajar sesuai dengan minatnya, Baik dari persiapan secara kelompok/individu kemudian
siswa dapat mempresentasikan hasil karyanya serta manfaat dari bahan yang dia
buat dan mempraktikkannya. Karakteristik pembelajaran berdiferensiasi juga
menuntut guru untuk melakukan penilaian secara berkelanjutan yang dimulai dari
penilaian diagnostik non kognitif dan kognitif di awal pembelajaran. Guru juga
perlu membuat asesmen yang beragam untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa
terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan.
Dengan strategi diferensiasi konten dan diferensiasi produk yang
menghasilkan beragam presentasi serta penggunaan kertas bekas untuk alat
pembelajaran dan keluasan materi pembelajaran, dapat menambah wawasan pemahaman
materi dan khasanah ilmu bagi individu/kelompok lain. Pembelajaran ini
diharapkan juga dapat diterapkan di kelas pada mata pelajaran yang berbeda
dengan hasil yang lebih baik. Kemudian Asesmen yang beragam dapat menangkap
setiap pemahaman siswa. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan
dampak positif bagi sekolah, kelas, guru dan terutama siswa. Jika pembelajaran
berdiferensiasi dapat di optimalkan dengan baik, maka kebutuhan siswa akan
terpenuhi sehingga terciptalah pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Dengan menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi tentunya banyak sekali tantangan dan hambatan. Olah
karena itu guru harus tetap dapat bersikap positif serta belajar dan berbagi
pengalaman dengan teman sejawat dan saling mendukung serta memberi semangat agar
semua masalah dalam penerapan pembelajaran PJOK berdiferensiasi dapat terlaksana
dengan baik. Mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah
diterapkan merupakan langkah nyata untuk mencapai tujuan pendidikan yang
maksimal.
Daftar
Pustaka:
Andini, D. W. (2016). Differentiated instruction: solusi
pembelajaran dalam keberagaman siswa di kelas inklusif. Trihayu: Jurnal
Pendidikan Ke-SD An, 2(3).
Earl, Lorna. (2003) Assessment as Learning: Using
Classroom Assessment to Maximise Student Learning. Thousand Oaks, CA,
Corwin Press.
Tomlinson, C. A. 2001. How to differentiated
Instruction in Mixed-Ability Classrooms. Alexandria: Association for
Supervision and Curriculum Development.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
https://bgpsumsel.kemdikbud.go.id/pembelajaran-berdiferensiasi-antara-manfaat-dan-tantangannya/,
diakses hari Rabu 8 November 2023 Pkl. 09.15 wib
https://smasibrahimywongsorejo.sch.id/read/16/pembelajaran-berdiferensiasi-dan-penerapannya-di-kelas,
diakses hari Rabu 8 November 2023 Pkl. 13.25 wib
https://radarsemarang.jawapos.com/untukmu-guruku/721410129/pembelajaran-berdiferensiasi-materi-pola-makan-sehat-bergizi-seimbang-dengan-canva,
diakses hari Kamis 9 November 2023 Pkl. 10.10 wib
https://www.tripven.com/hakikat-pendidikan/,
diakses hari Kamis 9 November 2023 Pkl. 14.05 wib
[1] Penulis lahir di
Jakarta, 26 Juni 1972, merupakan Guru Bidang Studi Pendidikan Jasmani, Olahraga
dan Kesehatan (PJOK). Menyelesaikan studi S1 di Universitas Negeri Jakarta di
Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Tahun 1999. Menyelesaikan studi S2 di
Program Pasca Sarjana, Program Studi Teknologi Pendidikan di Universitas Islam
As-Syafi’iyah Tahun 2014, Dan Mengajar di SMP Global Islamic School dari Tahun
2002 hingga sekarang.





